Friday, October 5, 2012

Pengertian, Tahapan, Macam-Macam Dan Manfaat Kultur Jaringan

Pengertian Kultur Jaringan
            Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringanadalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.
            Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

Prinsip Dasar Kultur Jaringan
            Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.
            Teori yang mendasari tehnik kultur jaringan adalah teori sel oleh Schawann dan Scheleiden (1838) yang menyatakan sifat totipotensi (total genetic potential) sel, yaitu bahwa setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh, jika kondisinya sesuai.

Manfaat Kultur Jaringan
      Melestarikan sifat tanaman induk
      Menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama
      Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat
      Dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus
      Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma nutfah
      Untuk menciptakan varietas baru melalui rekayasa genetika. Sel yang telah direkayasa dikembangkan melalui kultur jaringan sehingga menjadi tanaman baru secara lengkap
      Pelaksanaannya tidak tergantung pada musim.

Kelemahan Kultur Jaringan
      Diperlukan biaya awal yang relatif tinggi
      Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu, karena memerlukan keahlian khusus
      Bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatisasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap dan aseptik.

Keuntungan Kultur Jaringan
      Pengadaan bibit tidak tergantung musim
      Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat  (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
      Bibit yang dihasilkan seragam
      Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)
      Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
      Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan  lainnya
      Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
      Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

a. Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplan
            Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Tanaman indukan sumber eksplan tersebut harus dikondisikan dan dipersiapkan secara khusus di rumah kaca atau greenhouse agar eksplan yang akan dikulturkan sehat dan dapat tumbuh baik serta bebas dari sumber kontaminan pada waktu dikulturkan secara in-vitro.

b. Inisiasi Kultur
            Tujuan utama dari propagasi secara in-vitro tahap ini adalah pembuatan kultur dari eksplan yang bebas mikroorganisme serta inisiasi pertumbuhan baru (Wetherell, 1976). ini mengusahakan kultur yang aseptik atau aksenik. Aseptik berarti bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Dalam tahap ini juga diharapkan bahwa eksplan yang dikulturkan akan menginisiasi pertumbuhan baru, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pemilihan bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat,untuk perbanyakan (multiplikasi) pada kultur tahap selanjutnya (Wetherell, 1976).

c. Sentrilisasi
            Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flowdan menggunakan alat-alat yang juga sterail. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.

d. Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul
            Tahap ini bertujuan untuk menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya. Pada tahap ini, perbanyakan dapat dilakukan dengan cara merangsang terjadinya pertumbuhan tunas cabang dan percabangan aksiler atau merangsang terbentuknya tunas pucuk tanaman secara adventif, baik secara langsung maupun melalui induksi kalus terlebih dahulu. Seperti halnya dalam kultur fase inisiasi, di dalam media harus terkandung mineral, gula, vitamin, dan hormon dengan perbandingan yang dibutuhkan secara tepat (Wetherell, 1976). Hormon yang digunakan untuk merangsang pembentukan tunas tersebut berasal dari golongan sitokinin seperti BAP, 2-iP, kinetin, atau thidiadzuron (TDZ).

e. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar
            Tujuan dari tahap ini adalah untuk membentuk akar dan pucuk tanaman yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro ke lingkungan luar. Dalam tahap ini, kultur tanaman akan memperoleh ketahanannya terhadap pengaruh lingkungan, sehingga siap untuk diaklimatisasikan (Wetherell, 1976). Tunas-tunas yang dihasilkan pada tahap multiplikasi di pindahkan ke media lain untuk pemanjangan tunas. Media untuk pemanjangan tunas mengandung sitokinin sangat rendah atau tanpa sitokinin. Tunas tersebut dapat dipindahkan secara individu atau berkelompok. Pemanjangan tunas secara berkelompok lebih ekonomis daripada secara individu. Setelah tumbuh cukup panjang, tunas tersebut dapat diakarkan. Pemanjangan tunas dan pengakarannya dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap, yaitu setelah dipanjangkan baru diakarkan. Pengakaran tunas in-vitro dapat dilakukan dengan memindahkan tunas ke media pengakaran yang umumnya memerlukan auksin seperti NAA atau IBA. Keberhasilan tahap ini tergantung pada tingginya mutu tunas yang dihasilkan pada tahap sebelumnya.

f. Aklimatisasi
Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.

Macam-Macam Kultur Jaringan
      Kultur meristem, menggunakan jaringan (akar, batang, daun) yang muda atau meristematik
      Kultur  anter, menggunakan kepala sari sebagai eksplan
      Kultur embrio, menggunakan embrio. Misalnya pada embrio kelapa kopyor yang sulit dikembangbiakan secara alamiah
      Kultur protoplas, menggunakan sel jaringan hidup sehingga eksplan tanpa dinding
      Kultur kloroplas, menggunakan kloroplas. Kultur ini biasanya untuk memperbaiki atau membuat varietas baru
      Kultur polen, menggunakan serbuk sari sebagai eksplannya. 

1 comment:

  1. PROMO BESAR- BESARAN DARI SANI SARTIKA SHOP UNTUK 2015 BERBAGAI TIPE HANPHONE SEPERTI Bila berminat silahkan untuk konfirmasi pemesanan silahkan hubungi:0816 597476 VIA PIN BBM 264093EF klik http://www.sani-sartika-shop.blogspot.com/ BlackBerry>Samsung>Smartfren.
    >Sony>Nokia>Apple>Acer>Canon>Dell>Nikon>asus zenfone>DLL
    Ready stock !samsung Galaxy S6 Rp.4.500,000
    Ready Stock !Samsung L9100 Galaxy S2 - Black Rp. 1.000.000,-
    Ready Stock !Samsung Galaxy Tab 8.9, 16GB - Pure WhiT Rp. 1.600.000,-
    Ready Stock !Samsung Galaxy Tab 7.7 Super AMOLED Plus Rp.1.500,000 Ready Stock !Samsung Galaxy Note N7000 - Black Rp. 1.700.000 Ready Stock !Samsung Galaxy Tab 2 (7.0) Rp. 1.000.000 Ready Stock !Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si Rp.1.500.000,- Ready Stock !Samsung Galaxy Note N7000 - Pink Rp.1.700.000 Ready Stock !Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White Rp.500.000,- Ready Stock !Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus Rp. 1.000.000. Ready Stock !BlackBerry 9380 Orlando - Black Rp.900.000,- Ready Stock !BlackBerry Curve 8520 Gemini Rp.500.000,- Ready Stock !BlackBerry Bold 9780 Onyx 2 Rp.800.000,- Ready Stock !Blackberry Curve 9320 Rp.700.000,- Ready Stock !BlackBerry Bold 9900 Dakota Rp.1.500.000, Ready Stock !Blackberry Torch 9800 Rp.1.200.000, Ready Stock !Blackberry bellagio 9790 Rp.1.100.000 Ready Stock !BlackBerry Curve 9220 Davis Rp.650.000,- Ready Stock !BlackBerry Torch 2 9810 Jennings Rp. 1.350.000,- Ready Stock !BlackBerry Curve 9360 Apollo Rp.950.000,- Ready Stock !Blackberry Monza 9860 Rp.1.400.000,- Ready Stock !Blackberry Keppler 9300 Curve 3GRp.700.000

    ReplyDelete

 
back to top //PART 2